
Ditulis Oleh: Fajar Nurisa Khoirini & Anissa Rizky Andriany
Pada pertengahan bulan Juli 2023 ini masyarakat dihebohkan dengan viralnya video bunuh diri yang dilakukan oleh seorang pria di rel kereta. Pasalnya video tersebut tidak sengaja terekam oleh anak-anak railfans yang sedang mengambil video kereta api. Anak –anak railfans yang tengah menunggu kereta api melaju sembari melambaikan tangannya tersebut ternyata berujung dengan teriakan histeris, lantaran syok melihat sosok pria tidak dikenal yang tiba-tiba merebahkan diri di rel kereta, kemudian tewas (Detikhealth, Juli 2023). Video yang viral ini tentu memiliki respon yang bervariasi, banyak pengguna sosial media yang menyampaikan rasa simpati pada anak-anak railfans atas kejadian tersebut karena tak sengaja harus menjadi saksi mata atas bunuh dirinya seorang pria. Banyak pengguna sosial media bersimpati karena takut anak-anak railfans tersebut akan mengalami trauma setelah menyaksikan kejadian bunuh diri di depan mata kepalanya sendiri. Bagimanakah dampaknya pada psikologis anak railfans tersebut? Mari kita simak pembahasan berikut ini.
- Trauma Pada Anak-Anak Railfans.
Kemungkinan dampak yang akan dialami oleh anak-anak railfans yang melihat bunuh diri secara langsung ini adalah trauma. Menurut Salamor, A. M., Salamor, Y. B., & Ubwarin, E. (2020) trauma adalah suatu bentuk respon emosional terhadap suatu peristiwa atau kejadian yang sifatnya tidak menyenangkan, menyedihkan, menakutkan, mencemaskan dan menjengkelkan. Trauma secara psikis dalam dunia psikologis juga diartikan sebagai suatu keadaan kecemasan yang hebat dan mendadak akibat dari adanya peristiwa di lingkungan seseorang yang melampaui batas kemampuannya untuk bertahan, mengatasi ataupun menghindar. Reaksi umum yang terjad pada seseorang ketika melihat peristiwa yang sifatnya traumatis maka ia akan berusaha menghilangkan dari kesaarannya, namun sekuat apa pun individu tersebut mencoba menghilangkan kejadian itu maka tetap saja teringat karena persitiwa tersebut telah tersimpan dalam memori yang menghiasi jaringan susunan emosi. Hal ini menandakan bahwa amigdala mendapat banyak stimulus yang menyebabkan ingatannya hidup. Ketika seseorang melihat peristiwa atau tempat-tempat yang memicu ingatan di amigdala maka ini akan terus menerobos ke dalam kesadaran seseorang.
- Trigger Ke Arah Tendensi Bunuh Diri.
Selain efek trauma yang didapat seseorang setelah melihat suatu peristiwa, efek lain yang mungkin terjadi adalah trigger atau memicu tendensi bunuh diri. Trigger atau pemicu dalam psikologi dimaknai sebagai suatu stimulus yang menyebabkan ingatan yang menyakitkan muncul kembali. Pemicunya biasanya berupa pengingat sensorik dari peristiwa traumatis seperti suara, pengelihatan, penciuman, sensasi fisik, atau bahkan waktu Dafiq, N., Tesi, F. dkk (2022). Video yang viral di sosial media terkait percobaan bunuh diri tersebut juga memungkinkan menjadi pemicu pengguna sosial media untuk melakukan hal yang sama. Tidak hanya anak railfans yang melihat secara langsung, seseorang yang melihat secara online juga bisa memiliki tendensi untuk bunuh diri dengan cara yang pernah dilihatnya. Maka, penting untuk tidak menyebarluaskan video tersebut agar tidak menimbulkan dampak yang sifatnya melebar. Trauma berkaitan dengan trigger terhadap seseorang yang memiliki tendensi bunuh diri. Ini juga termasuk dalam efek jangka panjang apabila tidak segera diatasi.
- PTSD (Post Trauma Stres Disorder)
Ada banyak faktor yag bisa memicu PTSD salah satunya adalah fear conditioning atau kondisi rasa takut. Seseorang yang memiliki indikasi PTSD bisa dilihat dari emosi yang intens terhadap stimulus yang hampir sama dengan peristiwa traumatis yang dialaminya. Selanjutnya hal ini akan diikuti dengan adanya intrusion, yakni keadaan yang ditandai adanya emosi, pikiran, atau kenangan yang selalu hidup dalam pikiran di sepanjang hari. Gejala ini bisa menimbulkan mimpi buruk, sehingga individu memiliki rasa takut untuk tidur. Kondisi kekurangan tidur memiliki dampak pada peningkatan emosional dapat mendorong individu kearah negatif, seperti mengonsumsi alkohol, atau bunuh diri. Di sisi lain, individu yang mengalami trauma berat akan menarik diri dari interaksi sosial dan secara umum individu yang mengalami indikasi PTSD selalu merasa tegang dan gelisah, mudah terkejut, lekas marah, depresi, penyalahgunaan obat, melukai diri, halusinasi, susah tidur, penurunan berat badan, sering sakit kepala, dan gangguan seksual Erlin, F., & Sari, I. Y. (2020).
So, teman-teman harus bisa ambil hikmah di setiap kejadian yang menimpa. Jika merasakan gejala depresi atau ketakutan berlebihan setelah melihat suatu peristiwa yang menyebabkan dampak negatif pada diri atau tendensi kearah untuk bunuh diri. Segera cari bantuan dan konsultasikan kepada pihak yang profesional dalam bidangnya ya!
DAFTAR PUSTAKA
Dafiq, N., Tesi, F. F., Mersiona, H., Sonjaya, M. M., Wahut, M. F., Elsi, M. E., … & Numar, M. F. (2022). LITERATURE REVIEW: TRIGGER FACTORS OF STRESS IN PREGNANT WOMEN. Wawasan Kesehatan, 7(2), 45-51.
Detikhealth (Juli, 2023). Viral Pria Bunuh Diri Terekam Bocah-bocah ‘Railfans’, Psikolog Soroti Efek Trauma. Dari : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-6818864/viral-pria-bunuh-diri-terekam-bocah-bocah-railfans-psikolog-soroti-efek-trauma. Diakses pada 13 Juli 2023.