X

USER LOGIN

Preloader Lupa Password?

Pengurus HIMPSI JAYA

No Profile
Aline Sahertian

Bendahara Umum

No Profile
Dini Andiani

Divisi 2: Pengembangan Kompetensi

No Profile
Edward Andriyanto Soetardhio

Divisi 1: Pelayanan Masyarakat

No Profile
Erida Rusli

Sekertatis Umum

No Profile
Josephine Rosa Marieta (KOKO)

Divisi 4: Kemitraan

No Profile
Rilzan Chandra

Wakil Ketua II

Rinni Purwaningsih Soegiyoharto

Divisi 3: Komunikasi & Hubungan Masyarakat

Riswandi Alekhine

Divisi 5: Information Technology

No Profile
Tri Iswardani

Wakil Ketua I

Widura Imam Mustopo

Ketua HIMPSI JAYA 2016-2020

Artikel Terbaru

To Be A Talent Master
TO BE A TALENT...

13 Desember 2017

6 Alasan Terjadinya PHK
6 Alasan Terjadinya PHK...

26 November 2017

Pisah Sambut Kepengurusan Visi Misi HIMPSI Jaya 2016-2020
Visi dan Misi HIMPSI...

18 September 2017

Let’s Talk Wellbeing: Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Dipublikasikan oleh Himpsi Jaya pada Senin, 9 Oktober 2017

Kesehatan Mental di Tempat Kerja. Dalam kehidupan seorang dewasa, waktu terbanyaknya ternyata habis atau dihabiskan di tempat kerja. Itu mengapa bagaimana pengalaman kita di tempat kerja menjadi aspek yang penting yang menentukan well-being psikologis kita secara umum.

Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Klik Gambar Untuk Memperbesar

Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Apa itu “psychological well-being” ? Menurut Ryff (1989), yg dimaksud dengan well-being itu adalah kondisi di mana seseorang bebas dari aneka tekanan dan masalah mental dan   mampu menerima dirinya/kehidupan masa lalunya (self-acceptance); mengalami pengembangan ataupun pertumbuhan diri (personal growth); keyakinan bahwa hidupnya bertujuan dan bermakna (purpose in life); memiliki kualitas hubungan positif dengan orang lain; ada kapasitas untuk mengatur kehidupannya dan lingkungannya secara efektif (environmental mastery), dan mampu untuk menentukan tindakan sendiri (autonomy).

Para pemberi pekerjaan dan menejer yang memerakarsai langkah-langkah untuk mempromosikan kesehatan mental di tempat kerja atau untuk mendukung karyawan yg mengalami gangguan mental akan merasakan (meraih) manfaatnya bukan saja pada taraf kesehatan mental dari karyawannya saja tetapi juga pada tingkat produktivitas kerja di tempat kerja itu secara umum.

Sebuah lingkungan kerja dengan iklim kerja yang negatif dapat bermuara pada kondisi di mana di situ sering terjadi masalah kesehatan fisik dan mental, banyak konsumsi narkotik & zat adiktif (naza) maupun alkohol, banyak karyawan sering bolos kerja, dan produktivitas menurun.

Depresi dan gangguan kecemasan berlebih (anxiety disorder) adalah gangguan-gangguan mental yang membawa dampak pada kemampuan kita untuk bekerja dan untuk juga produktif. Di dunia kini lebih dari 300 juta orang mengidap depresi, yakni penyebab utama ketidakmampuan (disability) untuk bekerja produktif.

Lebih dari 260 juta orang hidup dengan gangguan kecemasan yang berlebihan (anxiety disorder); dan banyak pula yang mengidap kedua jenis gangguan tersebut secara bersamaan. Sebuah studi WHO baru-baru ini menyimpulkan kerugian yang diakibatkan kedua gangguan di atas bagi perekonomian dunia mencapai USD 1 trilyun (Rp 13.500 trilyun) tiap tahunnya dalam bentuk produktivitas yang sirna (lost productivity). [☆]

PSYLine.id Psikologi Online Indonesi.

NONCreative.net Digital Art Studio.

Tentang Penulis

Himpsi Jaya

Admin Resmi untuk Website dan Media Sosial HIMPSI Jaya

Tinggalkan Balasan